Topics:

Andrea Hirata: Novelis Indonesia Menuju Pentas Sastra Dunia

Oleh: Chloe Meslin Cousteau – www.chloemeslincousteau.multiply.com (Catatan tentang Tetralogi Laskar Pelangi dan Dwilogi Padang Bulan. Wawancara dengan Evelyn Lee dan Peter Sternagel)

Sebelum Andrea Hirata menerbitkan novel Laskar Pelangi (2006), sulit dibayangkan sebelumnya, di Indonesia, jutaan orang akan membaca sebuah novel. Laskar Pelangi telah beredar jutaan copy dan seorang mahasiswa yang melakukan penelitian untuk sebuah tesis memperkirakan »

Read More »

Padang Bulan

your comments on any articles here (in English or Bahasa Indonesia)

Syalimah gembira. Karena suaminya mengatakan akan memberinya hadiah kejutan. Syalimah tak tahan ”Aih, janganlah bersenda, Pak Cik. Kita ini orang miskin. Orang miskin tak kenal kejutan” Mereka tersenyum ”Kejutan-kejutan begitu, kebiasaan orang kaya. Orang macam kita ni? Saban hari terkejut. Datanglah ke pasar kalau Pak Cik tak percaya” Suaminya-Zamzami-tahu benar maksud istrinya. Harga-harga selalu membuat mereka terperanjat. ”Telah lama kauminta” kata »

Read More »

Cinta di Dalam Gelas

Di mataku, ia tampak seperti pemberontak Germania yang takluk diperangi tentara Praetorian dalam film-film klasik Romawi. Ia terluka. Sabetan machete melintang di bawah ketiaknya. Luka yang dalam dan panjang, membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna. Jika ia mengangkat wajah, menyorot dua bola mata yang keruh. Alisnya serupa bulan sabit. Tatapannya ingin »

Read More »

Maryamah Karpov – Mimpi-Mimpi Lintang

Bab 13  Lelaki Berwajah Dangdut Kampungku, tak terbilang purnama aku telah meninggalkanmu. Bus turun perlahan. Awan gemawan mengapung ren­dah, seperti singgasana yang rapuh. Kawanan angin me­ngejarku setelah menelisik daun-daun jarum cemara, bersiut-siut di atas jalanan yang didesaki ilalang, bersenda gurau melintasi danau-danau bening laksana kemilau batu mulia the blue topaz. Bus makin dekat melingkari kampung, lalu aku disambut »

Read More »

Edensor

Mozaik 6  Rahasia Gravitasi Ketika pertama kali melihatnya, melihat paras kukunya, lebih tepatnya, aku merasa seperti dipeluk arus Sungai Linggang, berenang bersama lumba-lumba, dijemput jutaan kunang-kunang, lalu diterbangkan menuju bintang. Ia tersenyum, aku tak dapat bernapas. “Namaku A Ling …,” katanya menyalamiku, menggenggam hatiku. Ingin kusampaikan satu nama terbaik dari deretan nama agung pemberian ayahku, tapi tak »

Read More »

Sang Pemimpi – The Dreamer

Mozaik 2 Simpai Keramat Arai adalah orang kebanyakan. Laki-laki seperti dia selalu bertengkar dengan tukang parkir sepeda, meributkan uang dua ratus perak. Orang seperti dia  sering duduk di bangku panjang kantor pegadaian menunggu barangnya ditaksir. Barangnya itu dulang tembaga busuk kehijau-hijauan peninggalan neneknya. Kalau polisi menciduk gerombolan bromocorah pencuri kabel telepon, orang berwajah serupa Arai »

Read More »

Laskar Pelangi – The Rainbow Troops

BAB 1  Sepuluh Murid Baru PAGI itu, waktu aku masih kecil, aku du­duk di bangku panjang di depan sebuah ke­las. Sebatang pohon filicium tua yang rin­dang meneduhiku. Ayahku duduk di sam­pingku, memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum meng­angguk-ang­guk pada setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku pan­jang lain di depan kami. Hari itu »

Read More »

International Books

 
Represented by agent Amer-Asia Books, Inc, Tucson, Arizona, USA, globalbookrights@comcast.net