Mozaik 6 Rahasia Gravitasi Ketika pertama kali melihatnya, melihat paras kukunya, lebih tepatnya, aku merasa seperti dipeluk arus Sungai Linggang, berenang bersama lumba-lumba, dijemput jutaan kunang-kunang, lalu diterbangkan menuju bintang. Ia tersenyum, aku tak dapat bernapas. “Namaku A Ling …,” katanya menyalamiku, menggenggam hatiku. Ingin kusampaikan satu nama terbaik dari deretan nama agung pemberian ayahku, tapi tak »
Topics:
Lebih Jauh
Bab 13 Lelaki Berwajah Dangdut
Kampungku, tak terbilang purnama aku telah meninggalkanmu.
Bus turun perlahan. Awan gemawan mengapung rendah, seperti singgasana yang rapuh. Kawanan angin mengejarku setelah menelisik daun-daun jarum cemara, bersiut-siut di atas jalanan yang didesaki ilalang, bersenda gurau melintasi danau-danau bening laksana kemilau batu mulia the blue topaz.
Bus makin dekat melingkari kampung, lalu aku disambut [...]
Mozaik 6 Rahasia Gravitasi
Ketika pertama kali melihatnya, melihat paras kukunya, lebih tepatnya, aku merasa seperti dipeluk arus Sungai Linggang, berenang bersama lumba-lumba, dijemput jutaan kunang-kunang, lalu diterbangkan menuju bintang. Ia tersenyum, aku tak dapat bernapas.
“Namaku A Ling …,” katanya menyalamiku, menggenggam hatiku. Ingin kusampaikan satu nama terbaik dari deretan nama agung pemberian ayahku, tapi tak [...]
Mozaik 2 Simpai Keramat
Arai adalah orang kebanyakan. Laki-laki seperti dia selalu bertengkar dengan tukang parkir sepeda, meributkan uang dua ratus perak. Orang seperti dia sering duduk di bangku panjang kantor pegadaian menunggu barangnya ditaksir. Barangnya itu dulang tembaga busuk kehijau-hijauan peninggalan neneknya. Kalau polisi menciduk gerombolan bromocorah pencuri kabel telepon, orang berwajah serupa Arai [...]